<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Andrewchristian's Blog</title>
	<atom:link href="http://andrewchristian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andrewchristian.wordpress.com</link>
	<description>I Dedicated My Life Just For Jesus Christ My Lord</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2009 17:10:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='andrewchristian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4e25ba3ce6fa6e1a73101dd8d58cf16f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Andrewchristian's Blog</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andrewchristian.wordpress.com/osd.xml" title="Andrewchristian&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://andrewchristian.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kebangkitan Yang Menghidupkan</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/04/19/kebangkitan-yang-menghidupkan/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/04/19/kebangkitan-yang-menghidupkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 17:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sermon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Kebangkitan Yang Menghidupkan Kolose 3:1-11 dan 1 Petrus 1:3-5 Pendahuluan Kematian terkadang membuat orang takut menghadapinya, seakan-akan kematian adalah akhir dari segala sesuatu. Bahkan terkadang kematian merupakan akhir dari setiap pengharapan yang diimpikan oleh setiap orang. Banyak orang tak terkecuali orang Kristen (yang sungguh-sungguh tidak percaya) takut kepada kematian dan terkadang membuat orang hilang harapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=132&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kebangkitan Yang Menghidupkan<br />
Kolose 3:1-11 dan 1 Petrus 1:3-5</p>
<p>Pendahuluan</strong><br />
	Kematian terkadang membuat orang takut menghadapinya, seakan-akan kematian adalah akhir dari segala sesuatu. Bahkan terkadang kematian merupakan akhir dari setiap pengharapan yang diimpikan oleh setiap orang. Banyak orang tak terkecuali orang Kristen (yang sungguh-sungguh tidak percaya) takut kepada kematian dan terkadang membuat orang hilang harapan tentang masa depan atau sesuatu yang akan terjadi di balik atau setelah kematian. Kematian bisa membuat orang Kristen hilang pegangan dan harapan dari iman dan pengharapan yang seharusnya tetap dimiliki dan dinantikan sesuai dengan janji Allah di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus.</p>
<p>	Alkitab menjelaskan secara rinci dan jelas bahwa kematian bukanlah suatu akhir dari kehidupan melainkan awal dari suatu kehidupan yang baru. Hal ini hanya dapat diraih di dalam iman yang sungguh kepada Anak Tunggal Allah yang hidup. </p>
<p>	Melalui nas ini kita akan belajar bahwa di dalam kebangkitan Kristus dari kematian ada suatu kebangkitan hidup dan pengharapan yang tidak berkesudahan, dan kematian tidak berkuasa lagi atas hidup orang percaya.</p>
<p><strong>Pelajaran Pertama: Kristus Bangkit dan Mengalahkan Kematian dan Maut</strong><br />
	Banyak orang menolak bahwa tidak mungkin ada kebangkitan. Mereka memberikan alasan bahwa setiap orang yang sudah mati, di sana tidak akan mungkin ada kebangkitan dari antara orang mati. Namun Rasul Paulus memberikan bukti-bukti yang faktual bahwa ada kebangkitan. Dia juga membuktikan ada kebangkitan dari antara orang mati. Paulus membuktikan dengan empat hal ini:<br />
•	Kitab Suci memberi kesaksian tentang kebangkitan Kristus. Kitab Suci menubuatkan bahwa Kristus akan mati, dikuburkan dan kemudian akan dibangkitkan kembali dari kematian pada hari yang ketiga. Kristus menggenapi semua nubuat ini.<br />
•	Ada saksi-saksi mata tentang kebangkitan Kristus. Bahkan para saksi tersebut masih hidup pada saat Paulus menulis suratnya.<br />
•	Paulus sendiri adalah saksi tentang kuasa dari kebangkitan Kristus. Paulus menyaksikan hal ini pada peristiwa perjalanannya ke Damsyik (Damaskus) dan Kristus menampakan diri kepadanya.<br />
•	Dasar dari pengajaran dan doktrin dari Gereja adalah didasarkan atas fakta kebangkitan Kristus. Pengajaran dari Kristus juga termasuk di dalamnya pengharapan akhir kebangkitan dari setiap orang yang percaya pada akhir jaman.</p>
<p>Jikalau tidak ada kebangkitan, Paulus menyatakan bahwa kita adalah orang yang paling malang dari segala manusia. Dan kita adalah orang yang hidup dalam kebohongan besar. Namun karena kebangkitan itu ada dan Kristus adalah buah sulung dari kebangkitan maka kita yang percaya adalah orang-orang yang paling beruntung. Mengapa? Karena ada pengharapan besar di dalam Kristus yang tidak dapat binasa bahkan diambil orang lain dari kita (lihat 1 Korintus 15:15-21: “Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus&#8211;padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16  Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 18  Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 19  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 20  Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21  Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.”)</p>
<p>Tidak ada seorangpun yang menubuatkan tentang kematian dan kebangkitannya, hanya Kristus, dan itu adalah benar adanya. Bagi Kristus sendiri, kematian-Nya adalah suatu kesempatan:<br />
•	Untuk memperlihatkan bahwa “di dalam Dia ada kehidupan” (Yohanes 1:4).<br />
•	Untuk membuktikan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengambil kehidupan dari Dia (Mat. 26:53; Yoh. 10:17, 18).<br />
•	Untuk membuktikan nubuatan tentang kebangkitan-Nya (Mzm. 16:10; Mat. 16:21; 26:32; Mar. 9:9; 14:28; Yoh. 2:19; Kis. 26:22, 23).<br />
•	Untuk membangkitkan diri-Nya sendiri dari kematian menjadikan hal ini pembuktian yang penting bahwa semua mujizat-Nya tidak berasal dari kuasa Beelzebul, atau Setan, tetapi dengan kuasa dari Allah yang di dalam diri-Nya (Mat 28:18).</p>
<p>Kebangkitan-Nya bukan hanya merupakan kemenangan-Nya atas maut dan kematian yang terbukti nyata tetapi juga suatu pergerakan yang dinamis dan progresif bagi kehidupan rohani orang percaya saat ini dan di masa yang akan datang. Hal ini bukan hanya menegaskan bahwa kematian dan maut bukan sesuatu hal yang perlu ditakutkan lagi tetapi juga merupakan penegasan tentang jaminan pasti tentang kehidupan kekal yang menanti di mana maut dan kematian (kebinasaan) kekal tidak lagi memiliki kuasa terhadap pengikut Kristus yang percaya sungguh dan setia kepada-Nya sampai kesudahannya. Kebangkitan Kristus membawa pembaruan yang besar dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pembaruan itu tercipta di dalam dan karena kemenangan-Nya atas kematian dan maut. </p>
<p><strong>Pelajaran Kedua: Kebangkitan Kristus Memberikan Suatu Kehidupan Yang Baru</strong><br />
Kolose 3:1 tidak dimulai dengan suatu perubahan yang biasa-biasa saja tetapi dengan perubahan penting yang nyata dalam kehidupan rohani kita. Di dalam Alkitab Versi terjemahan NIV secara tepat menerjemahkan kata ei sebagai kata “sejak” atau “jika” yang menandakan bahwa “sejak atau jika kita dibangkitkan bersama dengan Kristus&#8230;” Ayat ini ingin memberikan penggambaran bahwa ada suatu kehidupan yang baru menjadi milik kita pada saat kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan menerima pengorbanan-Nya atas hidup kita (Rm. 6:3-6; Kol. 2:12). Paulus menyatakannya dengan hal ini, “Aku telah disalibkan dengan Kristus: namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Gal. 2:20). Kebangkitan hidup adalah dihidupkan dengan iman dalam Kristus. Perubahan penting yang harus dinyatakan di dalam hidup kita adalah bahwa Kristus sekarang hidup di dalam aku. Artinya setiap tindakan yang kita lakukan adalah untuk menyatakan tentang diri-Nya dari pada diri kita sendiri. </p>
<p>Kebangkitan Kristus telah memerdekakan dan menghidupkan kita. Kita yang dahulu budak dosa diubahkan menjadi anak-anak Allah, hamba kebenaran, dan orang-orang yang menang. Kemerdekaan dan kehidupan baru yang Kristus sudah berikan kepada kita melalui kebangkitan-Nya menjadi suatu kesempatan baru bagi kita untuk menjalaninya dengan suatu kehidupan yang memuliakan-Nya.</p>
<p>Kristus memberikan status yang baru kepada kita melalui kebangkitan-Nya. Dia menghendaki kita hidup di dalam hidup yang baru yang telah diubahkan oleh-Nya. Tidak lagi hidup secara duniawi dan dalam keberdosaan melainkan hidup sebagai anak-anak terang yang senantiasa perpadanan dengan firman-Nya. Menjauhkan diri dari kehidupan yang menista hati Allah, tetapi lebih mengutamakan mencari Allah dan kebenaran-Nya (ay. 1-2). </p>
<p>Kita ini ini telah mati di dalam dosa Adam pertama dan harus menanggung kutuk dosa dan hukuman dosa. Tetapi Kristus sebagai Adam yang kedua di dalam kasih-Nya yang besar dan agung menggantikan kita di dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya agar kita dapat hidup menikmati hubungan yang indah dengan Allah dengan kepastian yang nyata dan bukan sekedar kata-kata yang terucap manis tanpa kenyataan yang dapat dialami.</p>
<p>Kebangkitan-Nya menjadikan kita manusia baru yang tidak lagi hidup menurut daging tetapi menurut roh (ay. 5-11). Kebangkitan Kristus bukan hanya memberikan kehidupan, menjadikan kita manusia yang baru, tetapi juga menghancurkan tingkatan-tingkatan perbedaan yang ada di dalam kehidupan manusia. Di dalam Dia kita dipersatukan untuk saling melengkapi dan saling menguatkan (ay. 11-17) sebagai aplikasi kehidupan yang nyata dari seorang yang telah dihidupkan kembali di dalam kebangkitan Kristus.</p>
<p>Harapan yang seakan-akan tidak mungkin dapat kita raih, di dalam kebangkitan-Nya kita mendapatkan kehidupan yang penuh dengan pengharapan. Dan pengharapan yang kita gantungkan pada Kristus tidak akan pernah hilang melainkan akan tetap ada dan senantiasa terimpilikasi secara nyata dan benar bahkan membentuk suatu pertumbuhan kehidupan rohani yang menghasilkan buah yang matang, yang manis, dan yang menjadi berkat bagi orang lain untuk kemuliaan Allah.</p>
<p>Apakah kita sudah mendapatkan kehidupan yang berkemenangan di dalam kebangkitan Kristus? Amin.</p>
<br />Posted in Sermon  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=132&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/04/19/kebangkitan-yang-menghidupkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Yang Kudus</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/19/keluarga-yang-kudus/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/19/keluarga-yang-kudus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 08:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sermon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Yang Kudus Nas: Imamat 19:2, “Berbicaralah kepada segenap jemaat Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku TUHAN, Allahmu, kudus.” Pendahuluan: Ketika Allah menciptakan manusia: Adam (laki-laki), Allah melihat bahwa tidak baik bagi manusia itu untuk hidup seorang diri, sehingga Allah menciptakan manusia lain dari tulang rusuk manusia itu untuk menemaninya: Hawa (perempuan). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=100&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Keluarga Yang Kudus</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Nas: Imamat 19:2, “Berbicaralah kepada segenap jemaat Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku TUHAN, Allahmu, kudus.” </strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Pendahuluan:</strong></p>
<p>Ketika Allah menciptakan manusia: Adam (laki-laki), Allah melihat bahwa tidak baik bagi manusia itu untuk hidup seorang diri, sehingga Allah menciptakan manusia lain dari tulang rusuk manusia itu untuk menemaninya: Hawa (perempuan). Adam sangat senang dengan Hawa, dan kepada mereka Allah memerintahkan untuk melaksanakan mandat kebudayaan yang Allah berikan kepada mereka (Kej. 1:28). Dan di dalam memenuhi mandat itu Allah memberikan seks kepada manusia untuk menjadi bagian di dalam kehidupan manusia. Namun di dalam seks yang Allah berikan tidak begitu saja secara gampangan digunakan, Allah tetap memberikan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar di dalamnya.</p>
<p>Allah memberikan pernikahan sebagai bagian di dalam kehidupan manusia di dalam melaksanakan perintah Allah ini. Pernikahan adalah merupakan hubungan yang kudus. Hukum Allah ini melindungi hak-hak suami dan isteridalam kehidupan pernikahan. Allah menghendaki laki-laki dan perempuan hidup bersama dengan cara yang akan memuliakan-Nya dan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Allah bermaksud agar manusia di dalam hubungannya baik sebagai suami atau isteri memiliki hubungan istimewa satu sama lain, lebih daripada semua hubungan yang mereka miliki dengan orang lain. Dia bermaksud agar suami dan isteri menjadi sahabat bagi masing-masing pihak. Allah menghendaki suami dan isteri menghabiskan seluruh hidup mereka bersama-sama, tanpa ada yang memisahkan mereka. Oleh karena itu juga Allah memberikan perintah “JANGAN BERZINAH” agar manusia hidup di dalam standar hidup yang benar di hadapan Allah. Selain memiliki kehidupan yang benar Allah juga mau di dalam membina kehidupan suami – isteri tercipta kehidupan yang kudus baik bagi mereka dan kelak bagi anak-anak mereka di dalam keluarga. Kekudusan sangat penting di dalam membina keluarga dan di dalam berelasi dengan sesama.</p>
<p>Melalui nas ini kita akan belajar beberapa hal mengapa kehidupan yang kudus itu penting di dalam membina kehidupan keluarga Kristen. <strong></strong></p>
<p><strong>Hal Pertama: Allah adalah Mahakudus</strong></p>
<p>Allah sebagai Pribadi memiliki karakter-karakter yang ada di dalam diri-Nya, dan salah satu karakter yang ada di dalam diri Allah adalah Kemahakudusan-Nya. Kekudusan Allah juga melibatkan semua karakter yang ada di dalam diri Allah: Kebesaran-Nya, Kebaikan-Nya, Kerendahatian-Nya dan karakter-karakter Allah lainnya. Pada saat kita membicarakan tentang kekudusan Allah kita terbisasa untuk mengaitkannya dengan kemurnian dan kebenaran Allah, tetapi itu bukan arti utama dari kekudusan.</p>
<p>Kata kudus dalam Alkitab memiliki dua arti khusus. Pertama, berarti “keterpisahan” atau “keberbedaan.” Pada saat kita katakan bahwa Allah kudus, kita diperhadapkan pada perbedaan yang mendalam antara Allah dengan semua ciptaan. Kekudusan Allah menunjuk pada kemuliaan-Nya yang bersifat transenden, Kemahaan-Nya yang tiada tertandingi oleh siapapun atau apapun juga, dan semua ini menyebabkan Dia layak untuk menerima penghormatan, kemuliaan, pemujaan dan penyembahan kita. Kedua, arti kudus menunjuk pada kemurnian dan kebenaran tindakan Allah. Allah melakukan apa yang benar. Dia tidak pernah melakukan yang salah. Allah selalu bertindak benar, sebab natur-Nya adalah kudus. Jadi, kita dapat membedakan antara kebenaran internal Allah (natur kudus-Nya) dan kebenaran eksternal Allah (tindakan-Nya).</p>
<p>Allah itu kudus, karena itu umat-Nya pun harus kudus. Karakter umat harus mencerminkan karakter Allah. Kenyataan bahwa Allah itu kudus merupakan hal yang seharusnya demikian karena tidak ada pribadi allah lain yang dapat melampaui kekudusan internal dan eksternal Allah. Allah adalah kudus, artinya Ia bebas terhadap dunia. Allah menguduskan manusia, artinya memilih mereka sehingga menjadi milik-Nya. Allah besar dan baik oleh karena Allah adalah kudus. Tidak ada kejahatan di dalam kebaikan-Nya. Pada waktu kita diminta untuk hidup kudus, tidak berarti bahwa kita mewarisi kemuliaan Allah, tetapi kita diminta untuk berbeda dengan keberdosaan kita yang normal. Kita dipanggil untuk mencerminkan dan merefleksikan karakter moral dan tindakan Allah. Sebagai umat yang telah dipanggil, dipilih dan dikuduskan Allah kita harus senantiasa hidup di dalam standar kekudusan Allah. <strong></strong></p>
<p><strong>Hal Kedua: Allah itu kudus, umat-Nya harus kudus</strong></p>
<p>Sebagai umat yang menyembah kepada Allah yang kudus, maka umat-Nya harus kudus. Pepatah mengatakan, “Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya”. Tetapi dalam Injil Yohanes 15 Allah digambarkan sebagai Pokok Anggur yang benar dan kitalah carang-carangnya. Allah adalah pohon yang kepada-Nya kita sebagai umat Allah bersandar dan berpaut kepada-Nya. Cara pohon senantiasa menikmati segala sesuatu yang berasal dari pokok pohon. Bagian yang dapat kita nikmati dari Allah adalah salah satunya kekudusan Allah.</p>
<p>Allah mempunyai rencana bagi umat yang kudus. Di dalam menikmati kekudusan Allah, di sana Allah memberikan juga ketetapan-ketetapan dan batasan-batasan kepada kita supaya kita tidak melanggarnya, sehingga kita dapat memelihara kekudusan hidup kita di hadapan Allah. Sebagai umat yang kudus kita senantiasa harus berpadanan pada peta teladan Allah di dalam hidup kita. Karakteristik umat Allah yang hidup kudus: 1) Menaati Allah dan firman-Nya; 2) Hanya Allah saja yang boleh disembah dan dilayani; 3) Kehidupan kekeluargaan harus dijaga; 4) Orang miskin harus dibantu; 5) Keadilan sangat penting dalam semua transaksi dagang; 6) Hindari ilmu gaib dan sihir; 7) Pemberian Allah harus senantiasa disyukuri dan dirayakan; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Tidak seorang pun boleh menumpuk kekayaan dengan merugikan orang lain; 9) dan lain sebagainya.</p>
<p>Umat Allah yang kudus masuk dalam rencana Allah yang indah. Mereka dikuduskan artinya, mereka ditarik keluar dari sesuatu yang tidak kudus dan dikhususkan oleh Allah untuk menjadi umat yang berbeda dengan dunia. Dalam Alkitab dituliskan tentang obyek yang kudus atau orang yang kudus (umat yang kudus) atau waktu yang kudus, hal itu menunjukkan pada sesuatu yang telah dipisahkan, dikhususkan atau menjadi berbeda oleh karena jamahan Allah atas semua itu. Kedekatan Allah yang menyebabkan sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang umum menjadi sesuatu yang khusus. Ingatlah sekali lagi bahwa Allah memanggil kita menjadi umat yang kudus supaya kita merefleksikan kebenaran Allah dan kemurnian-Nya. <strong></strong></p>
<p><strong>Hal Ketiga: Menjadi umat yang kudus harus terlebih dulu dimulai dari dalam keluarga</strong></p>
<p>Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa Allah menyediakan pernikahan bagi laki-laki dan peremapuan agar mereka melaksanakan mandat kebudayaan yang Allah berikan kepada mereka dengan tujuan agar mereka tidak keluar dari rel yang benar. Laki-laki harus menempatkan diri dengan tepat dan benar ketika dia melangkah ke jenjang pernikahan begitupun sebaliknya dengan perempuan. Baik laki-laki maupun perempuan adalah sama di hadapan Tuhan dengan keistimewaan-keistimewaan yang Allah karuniakan kepada mereka. Pernikahan menjadi mereka satu di dalam Allah dan di dalam diri mereka sendiri. Tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan untuk dibanggakan.</p>
<p>Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan yang berbeda dalam satu lembaga keluarga tetapi juga tempat mempersatukan visi dan misi Allah yang harus dilaksanakan dengan hati yang tulus. Laki-laki dapat mempolakan kehidupan yang kudus dalam keluarga sebagai suami dan bapak yang benar bagi keluarganya. Perempuan dapat mempolakan kehidupan yang kudus dalam keluarga sebagai isteri dan ibu yang benar bagi keluarganya. Selanjutnya hal itu akan diteruskan sebagai warisan iman kepada anak yang juga akan mempolakan kehidupan yang kudus dalam keluarga dengan menaati orang tuanya di dalam Tuhan.</p>
<p>Kekudusan keluarga dapat dibentuk apabila masing-masing pribadi dalam keluarga dengan hati yang terbuka mau senantiasa belajar untuk meneladani Allah sebagai PRIBADI yang MAHAKUDUS. Apabila ini tercipta dengan mantap di dalam keluarga maka keluarga ini dapat mempolakan kehidupan yang sama kepada sesama.</p>
<p>Aspek-aspek dalam menciptakan kehidupan yang kudus di dalam keluarga memiliki aspek yang luas:</p>
<p>•	Kasih – pemerataan kasih atas masing-masing pribadi dalam keluarga; suami mengasihi isteri = bapak mengasihi anak; isteri mengasihi suami = ibu mengasihi anak; anak mengasihi kedua orang tuanya tanpa membeda-bedakan. Pertanyaan: apa beda “bapa” dengan “kebapaan” atau “ibu” dengan “keibuan”. “Bapa” atau “Ibu” itu hanya status sedangkan “kebapaan” atau “keibuan” merupakan tindakan nyata yang keluar dari hakekat “bapa” dan “ibu”. Apabila dilaksanakan dengan tepat maka akan tercipta keharmonisan dalam keluarga &#8212; sehingga memudahkan untuk menerapkan firman Allah di dalam keluarga.</p>
<p>•	Tanggung jawab</p>
<p>•	Kepedulian</p>
<p>•	Pengorbanan</p>
<p>•	Kesediaan untuk mendengar</p>
<p>•	Tidak memaksakan kehendak</p>
<p>•	Orang tua harus mempraktekan kehidupan kudus yang nyata (kesaksian anak dalam penjara: kenakalan remaja)</p>
<p>•	dll,</p>
<p>yang semuanya terbendung menjadi satu di dalam keteladanan hidup yang menjadi berkat.</p>
<p>Keluarga yang kudus harus sadar bahwa mereka telah ditebus: dibenarkan, dikuduskan, dan kelak dimuliakan, oleh karena itu harus mampu: 1) membedakan hal-hal yang kudus dengan hal-hal yang tidak kudus; 2) tidak lagi menghambakan diri di dalam ketidakkudusan yang mendatangkan dosa (ilustrasi: calon supir); 3) senantiasa memelihara kekudusan hidup sebab Allah yang disembah adalah kudus (ilustrasi: orang gila yang mau lulus).</p>
<p>Firman Tuhan menyatakan, “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus,” biarlah kita sebagai keluarga Kristen senantiasa menerapkan firman Tuhan ini secara nyata di dalam kehidupan kita secara pribadi dan keluarga kita, sehingga keluarga kita menjadi keluarga yang kudus dan tak bercacat di hadapan Allah dan sesama. Amin.</p>
<br />Posted in Sermon  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=100&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/19/keluarga-yang-kudus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marah: Apakah Dosa?</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/marah-apakah-dosa/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/marah-apakah-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 04:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sermon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Nats: Efesus 4:26-27, 31-32. Tema: Marah: Apakah Dosa? Pendahuluan • Manusia adalah manusia yang lemah tidak luput dari kekurangan di dalam dirinya. • Tidak ada manusia yang sempurna. Jika ada orang yang mengaku dirinya sempurna (bebas dari kesalahan) maka orang itu adalah orang yang tidak sempurna… kebohongan • Siapa yang tidak pernah marah selama hidupnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=90&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nats: Efesus 4:26-27, 31-32.<br />
Tema: Marah: Apakah Dosa?</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p><strong></strong>•	Manusia adalah manusia yang lemah tidak luput dari kekurangan di dalam dirinya.<br />
•	Tidak ada manusia yang sempurna. Jika ada orang yang mengaku dirinya sempurna (bebas dari kesalahan) maka orang itu adalah orang yang tidak sempurna… kebohongan<br />
•	Siapa yang tidak pernah marah selama hidupnya selama ini?<br />
•	Apa yang menyebabkan seseorang itu bisa menjadi marah?<br />
•	Apakah ketika kita marah, kita telah berdosa?</p>
<p>Dalam nats ini ada beberapa pelajaran penting yang diberikan kepada kita sehingga kita dapat menerapkannya di dalam aplikasi hidup kita.</p>
<p><strong>Pelajaran yang pertama: Jangan berbuat dosa ketika kita marah.</strong></p>
<p><strong>• </strong>Ayat 26a menyatakan, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa&#8230;”<br />
•	Maksudnya apa? 1) jaga pikiran kita; 2) jaga mulut dan lidah kita (kata-kata kita); 3) jaga sikap/tingkah laku kita; dan 4) jaga hati kita.<br />
•	Apakah ketika kita marah, kita telah berdosa? Jawabannya ya dan tidak: 1) ya, jika kita marah karena  menuruti hawa nafsu kita: kebencian, iri hati, keinginan untuk menjatuhkan orang lain; 2) tidak, jika kita marah sesuai dengan sikon dan tujuannya: melihat orang melakukan sesuatu yang salah<br />
•	Bagaimana supaya tidak berbuat dosa ketika kita marah: 1) ada penguasaan diri; 2) minta pertolongan dan pimpinan Tuhan untuk menenangkan hati dan perasaan kita; 3) belajar untuk berhikmat dan membuang jauh-jauh marah yang tujuannya negative (bnd. Yak. 1:19 dan Kol. 3:8)<br />
•	Orang yang tidak dapat menguasai dirinya untuk tidak marah adalah seorang yang bodoh (bnd. Ams. 14:29 dan Pengkh. 7:9).</p>
<p><strong>Pelajaran yang kedua: Jangan mendendam.</strong></p>
<p>•	Ayat 26b menyatakan, “…janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”<br />
•	Orang bisa menjadi marah jika dia merasa disakiti, dihina, dilecehkan, dan lain-lain. Dan ketika dia tidak mampu untuk menguasai kemarahannya, maka akibatnya akan beruntun kepada banyak dosa.<br />
•	Percaya atau tidak (believe it or not) sebagian orang menjadi jahat ketika orang itu sudah tidak dapat lagi mengontrol kemarahannya. Dari marah muncul menjadi sakit hati, lalu menjadi benci, setelah itu menjadi akar pahit dan dendam yang berakhir dengan kejahatan: misalnya pembunuhan.<br />
•	Jika kita melihat berita-berita di TV sebagian besar kejahatan yang terjadi adalah karena kemarahan yang terpendam menjadi dendam buta dan berakhir dengan hal-hal yang jahat.</p>
<p><strong>Pelajaran yang ketiga: Jangan memberi kesempatan kepada iblis/setan.</strong></p>
<p>•	Ayat 27 dengan jelas menyatakan hal itu kepada kita, “dan janganlah memberi kesempatan kepada iblis.”<br />
•	Hal ini penting untuk diingat dan dicermati secara mendalam.<br />
•	Kemarahan tidak pernah dapat membuat orang puas untuk melampiaskan amarahnya. Mengapa? Karena kita membiarkan iblis mengompori/membuat hati kita (lihat pelajaran yang pertama).<br />
•	Ketika kita memberikan kesempatan kepada iblis untuk menguasai kita dalam kemarahan maka pada saat yang sama kita menjadi sama seperti seekor kerbau yang dicucuk hidungnya.<br />
•	Apabila hal itu terjadi maka kemarahan akan senantiasa menguasai kehidupannya yang membawa kepada dosa.</p>
<p><strong>Pelajaran yang keempat: Buanglah kemarahan yang tidak berarti dan hiduplah di dalam kasih dan pengampunan.</strong></p>
<p><strong></strong>•	Lawan dari kemarahan, benci, dan dendam adalah kasih dan pengampunan.<br />
•	Mengapa? Karena kita telah terlebih dulu diampuni.<br />
•	Mengapa? Karena status kita telah diubah: dari manusia lama menjadi manusia baru (bnd. Ay. 22-24)<br />
•	Mengapa? Karena Tuhan Yesus Kristus sudah terlebih dulu memberikan teladan dan contoh yang baik itu kepada kita. Dipukul, diludahi, disalib dan dihina tetapi Dia tidak marah melainkan mengampuni, “Ya Bapa…”<br />
•	Ilustrasi: Anak ayam menjadi roti ayam.<br />
•	Baca sekali lagi Ef. 4:26. Amin</p>
<br />Posted in Sermon  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=90&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/marah-apakah-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Yang Belajar</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/pemimpin-yang-belajar/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/pemimpin-yang-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 03:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Pemimpin Yang Belajar Keluaran 18:13-27 Ayat 24: “Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.” Musa adalah seorang yang Allah pilih dan tentukan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Allah menunjuk dan mempercayakan Musa sebagai pemimpin, walaupun Musa menolak dan mengalihkannya kepada orang lain, yaitu Harun, tetapi pemilihan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=86&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pemimpin Yang Belajar</strong></p>
<p><strong>Keluaran 18:13-27<br />
Ayat 24: “Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.”</strong></p>
<p>Musa adalah seorang yang Allah pilih dan tentukan  untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Allah menunjuk dan mempercayakan Musa sebagai pemimpin, walaupun Musa menolak dan mengalihkannya kepada orang lain, yaitu Harun, tetapi pemilihan Allah tetap kepadanya.</p>
<p>Sebagai orang yang dipilih Allah, Musa bisa saja menggunakan hak itu untuk membanggakan dirinya dan menganggap dirinya layak dan kompeten dari pada orang lain. Musa bisa saja bertindak sekehendak hatinya terhadap kepercayaan yang Allah berikan kepadanya. Namun Musa tidak menggunakan hak istimewa itu untuk seenaknya tetapi kepercayaan yang Allah berikan itu dipakainya dengan tepat sebagai seorang pemimpin yang mantap.</p>
<p>Musa adalah seorang yang sangat beruntung karena diangkat menjadi anak dari putri raja Firaun yang pada saat itu berkuasa. Dia mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak raja. Pengalaman dan pendidikan yang tidak sama dengan orang-orang sebangsanya pada waktu itu. Sebagai seorang anak raja dia memiliki hak istimewa untuk duduk di singgasana raja kelak, namun kehendak Allah atas Musa berbeda sama sekali. Musa ditetapkan Tuhan untuk memimpin bangsa Israel menjadi wakil Allah dan alat di tangan Allah.</p>
<p>Musa adalah seorang pemimpin yang rendah hati dan mau belajar. Segala ilmu yang telah ia terima di Mesir tidak menjadikan dirinya menjadi pribadi yang stagnan dan merasa paling hebat dari semua orang. Hal ini terbukti ketika Yitro mertuanya memberikan saran dan nasihat kepadanya, Musa menerima nasihat itu dengan rendah hati dan penerimaan yang positif. Dan Musa mendapatkan efektivitas kerja setelah dia menerapkan nasihat yang diberikan oleh mertuanya itu.</p>
<p>Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mau belajar dan terus belajar. Warren Bennis dan Burt Nanus menyatakan, “Itulah sebabnya mengapa para pemimpin membutuhkan begitu banyak pengalaman, masukan dan nasihat agar menjadi efektif.” Mengapa hal itu perlu dan penting? Karena kepemimpinan itu rumit. Aspeknya sangat banyak: kehormatan, pengalaman, kekuatan, emosional, keterampilan membina hubungan dengan sesame, disiplin, visi, momentum, waktu, dan lain-lain. Oleh karena itu masukan orang lain yang diberikan baik berupa nasihat atau kritikan sekalipun perlu ditanggapi dengan pemikiran yang positif.</p>
<p>Benjamin Disraeli menyatakan, “Menyadari bahwa Anda tidak mengetahui fakta-faktanya adalah langkah besar menunju pengetahuan.” Oleh karena itu fase pertumbuhan kepemimpinan dari pemimpin yang mau belajar dan terus belajar: Saya tidak tahu apa yang tidak saya ketahui &#8212; saya tahu apa yang tidak saya ketahui &#8212; saya bersikap alami karena apa yang saya ketahui &#8212;saya bertumbuh dan mengetahui, dan itu mulai tampak.</p>
<p>Musa sebagai pemimpin yang dipilih Allah mampu menempatkan diri dengan tetap sesuai dengan pembelajaran yang didapatkannya dari mertuanya, sehingga dia mendapatkan efektivitas yang berarti di dalam proses kepemimpinannya. Oleh karena itu baiklah kita sebagai pelayan Tuhan memikirkannya, “Untuk menjadi pemimpin besok, belajarlah hari ini.”</p>
<br />Posted in Renungan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=86&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/pemimpin-yang-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESABARAN</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/kesabaran/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/kesabaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 03:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sermon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[KESABARAN NATS: PENGKHOTBAH 7:8-9, “8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. 9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.” Kolose 3:12, “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=82&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KESABARAN</strong></p>
<p><strong>NATS: PENGKHOTBAH 7:8-9, “8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.  9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.” </strong></p>
<p><strong>Kolose 3:12, “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan:</strong></p>
<p>•	Tema tentang kesabaran mungkin bukanlah sebuah tema yang asing didengar. Sebagian besar kita mungkin sudah seringkali mendengar tema khotbah tentang kesabaran. Namun sudah sejauh manakah kita di dalam hidup ini mampu untuk menerapkan atau mengaplikasikan hidup di dalam kesabaran tersebut.</p>
<p>•	Ada orang berkata kalau orang sabar itu berarti subur (makmur, mujur dan terhibur). Kalau dipikirkan mungkin ada benarnya karena orang yang sabar itu tahu menempatkan diri pada posisi yang tepat sehingga tidak tercebur ke dalam permasalahan yang rumit.</p>
<p>•	Ada beberapa alasan yang perlu kita perhatikan mengapa kita harus bersabar di dalam hidup, supaya menjadikan diri kita sebagai orang yang menjadi teladan bagi orang lain.</p>
<p><strong>Alasan 1: Kita telah dipilih oleh Allah dan dikhususkan oleh Allah</strong></p>
<p>•	Sebagai orang pilihan Allah yang dikhususkan (dikuduskan) memiliki tanggung jawab penuh untuk hidup sama seperti yang Allah mau. Allah menghendaki kita mengikuti teladan yang telah Ia lakukan yaitu melalui Pribadi Tuhan Yesus. Kita sebagai orang pilihan Allah harus meneladani Tuhan Yesus. Hidup kita harus memiliki motto WWJD (What Would Jesus Do), I do!</p>
<p>•	Orang yang dikhususkan/dikuduskan memiliki arti; ditarik keluar dari dunia yang gelap dan jahat untuk menjadi milik Kristus dan menjadi saksi nyata Kristus bagi dunia yang gelap dan jahat itu.</p>
<p>•	Apabila kita sudah dijadikan milik Kristus maka dengan tanpa paksaan melakukan teladan yang baik yang Tuhan sudah berikan kepada kita untuk dilakukan.</p>
<p>•	Dipilih memiliki arti penting bahwa kita mendapatkan anugerah yang Tuhan berikan yang orang lain tidak dapatkan. Ini seharusnya merupakan suatu kebang-gaan yang kita miliki dan harus kita pertahankan. (ilustrasi: terpilih menjadi wakil sekolah untuk turnamen)</p>
<p><strong>Alasan 2: Kita telah mendapatkan kasih Allah</strong></p>
<p>•	Di dalam Galatia 5:22-23 dituliskan bahwa buah roh terbesar adalah kasih. Di dalam kasih itu ada berbagai macam rasa yang menyertainya, dan di antaranya adalah kesabaran.</p>
<p>•	Allah di dalam kasih-Nya yang besar telah bersabar terhadap kita manusia yang berdosa, masakan kita sebagai manusia yang telah mendapatkan kasih Allah tidak dapat bersabar di dalam mengahadi segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita?</p>
<p>•	Di dalam kasih ada kesabaran, dan di dalam kesabaran mencerminkan kasih. Ketika kita mau mencerminkan kasih/bersabar, maka di dalamnya terdapat kesatuan dari buah roh: sukacita, dalam sejahtera, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasa-an diri. Di dalam kesabaran tidak ada amarah, benci dan dendam karena semua hal yang negatif itu telah diredam dan disaring oleh hal-hal positif yang ada di atas.</p>
<p>•	Kesabaran juga membutuhkan pengorbanan yang besar dan kesetiaan. Hubungan antara kesabaran dengan pengorbanan dan kesetiaan adalah sangat dekat. Contohnya: menanti sang pacar atau orang tua melatih anaknya untuk berjalan. Di dalamnya ada kasih, pengorbanan dan kesetiaan.</p>
<p>•	Sebagaimana Allah telah bersabar dengan tidak menimpakan murka-Nya atas kita, maka kitapun sebagai orang-orang pilihan-Nya juga harus mampu bersabar terhadap sesama kita yang membuat kita jengkel, sebel dan menggantikannya dengan kasih, pengorbanan dan kesetiaan. Sehingga melalui semua itu orang dapat mengenal siapa diri kita yang sesungguhnya dan Tuhan yang kepada-Nya kita percaya.</p>
<p><strong>Alasan 3: Orang yang sabar adalah orang yang berhikmat</strong></p>
<p>•	Mengapa bisa dikatakan orang yang bersabar adalah orang yang berhikmat? Alasannya adalah: 1) Alkitab menuliskannya begitu (lih. Pengkh. 7:9); 2) Orang sabar dapat menjernihkan masalah, dan bukan semakin memperkeruh masalah; 3) tidak mudah terjebak dalam pertentangan/pertengkaran, tetapi sebaliknya memperoleh banyak relasi, dll.</p>
<p><strong>Alasan 4: Kesabaran harus menjadi lifestyle (gaya hidup) orang pilihan Allah</strong></p>
<p>•	Kesabaran bukanlah sebuah kemunafikan yang terbukus rapi dalam bungkus “rohani” tetapi yang dalamnya berisi racun yang mematikan, melainkan merupakan suatu gaya hidup yang teruji oleh segala keadaan.</p>
<p>•	Kehidupan rohani seorang yang telah dipilih oleh Allah adalah merupakan kehidupan nyata dan bukan bayang-bayang atau panggung sandiwara. Karena seorang penulis pernah menuliskan hal ini kehidupan Kristen bukanlah seperti taman bermain tapi sebuah medan pertempuran. Pertempuran yang dimaksud di sini adalah pertempuran melawan ego dan nafsu kita yang bertentangan dengan kehidupan orang pilihan Allah.</p>
<p>•	Kesabaran haruslah disertai dengan kesadaran penuh sehingga dapat membedakan mana yang baik dan yang tidak baik. Kesabaran bukan melulu diam jika diperlakukan dengan semena-mena, itu bukanlah kesabaran namanya tetapi bodoh. Kesabaran adalah memberikan masukan yang positif pada saat orang melakukan hal-hal yang tidak berkenan. Kesabaran kita juga harus mendidik orang untuk belajar bagaimana bersikap dan bertingkah laku kepada orang lain.</p>
<p>•	Sudah kita mampu menerapkan kesabaran yang sesungguhnya di dalam hidup kita sebagai orang pilihan Allah?</p>
<br />Posted in Sermon  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=82&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/18/kesabaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AMBIGIUSITAS SEBUTAN NAMA/KATA “ALLAH” DALAM KONTEKS KEKRISTENAN MASA KINI</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/17/73/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/17/73/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 08:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=73&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AMBIGIUSITAS SEBUTAN NAMA/KATA “ALLAH” DALAM KONTEKS KEKRISTENAN MASA KINI</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Di jaman sekarang ini gereja Tuhan secara khusus Kekristenan di Indonesia sedang diguncangkan dengan berbagai faham (isme) yang mencoba mencari jati diri yang valid di tengah-tengah masa yang serba membingungkan (ambigius). Masing-masing denominasi, aliran, faham, dan sekte berdaya upaya untuk menonjolkan bahwa ideologi dan teologinya yang paling benar sedangkan yang lain tidak, sehingga di dalam semuanya ini timbul suatu dilema di dalam kehidupan jemaat Tuhan yang masih awam dalam hal-hal yang bermuatan teologi, doktrin dan dogma (ajaran). Dan akibat dari semuanya itu dapat menimbulkan kesenjangan bahkan perpecahan yang dapat semakin meruncing tajam di dalam setiap denominasi gereja Tuhan.</p>
<p>Gereja Tuhan harus mawas diri terhadap setiap hal yang terjadi baik dari luar gereja terlebih lagi dari dalam gereja. Gereja Tuhan harus sadar penuh bahwa doktrin dan teologi yang benar harus didasarkan sepenuhnya di dalam kebenaran firman Tuhan, di luar itu semuanya pasti menyimpang dan sesat. Kewaspadaan ini penting agar gereja tidak mudah diombang-ambingkan melainkan tetap teguh berdiri di atas dasar yang teguh, yaitu Alkitab.</p>
<p>Problematika yang muncul saat ini adalah suatu perbedaan cara berpikir dan filosofi tentang penyebutan nama/kata “Allah” dari suatu kelompok tertentu yang tidak menyetujui Alkitab dan ataupun orang Kristen menyebut nama Allah dengan sebutan “Allah”, melainkan harus menggantinya dengan yang lain, yaitu dengan memakai nama/kata “TUHAN”, “YHWH”, “ADONAI”, “YAHWEH”, “YAHWE”, “YEHOVAH”, “YEHOWAH”, dan lain sebagainya. Semestinya hal ini sudah harus menjadi perhatian bagi gereja Tuhan untuk menanggapinya dengan arif dan bijaksana supaya jemaat Tuhan pada akhirnya dapat memahami hal yang tepat dan benar sesuai dengan Alkitab.</p>
<p><strong>Pandangan Alkitab Tentang Hal Ini</strong></p>
<p>Firman Tuhan menghendaki setiap orang percaya untuk menguji segala sesuatu yang ada (Efesus 5:10, “Dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.”; 1 Tesalonika 5:21, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”; dan 1 Yohanes 4:1, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”), sehingga dapat mengerti dan membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang didasarkan dalam kebenaran firman Tuhan dan mana yang hanya didasarkan atas ego dan filosofi manusia.</p>
<p>Alkitab memberikan kesaksian yang benar tentang pemakaian nama/kata “Allah” dan “TUHAN”. Apabila ditinjau dari asal katanya dalam bahasa aslinya kedua kata tersebut mengandung muatan teologis yang dalam. Ada beberapa hal yang dapat dipelajari secara mendalam dari kata “Allah” dan kata “TUHAN”, yang mana kedua kata tersebut memiliki hubungan dan keterkaitan secara teologis, doktrinal dan dogmatis dalam hidup kekristenan. Dan kedua kata tersebut memiliki konsep pemahaman yang benar untuk melihat dan membedakan Pribadi dan karakter Allah dan TUHAN dalam Alkitab, sehingga dapat dilihat kedalaman nuansa yang ada dalam penulisan Alkitab.</p>
<p><strong>Nama/Kata “Allah” dan “TUHAN” dalam Perjanjian Lama</strong></p>
<p>Perjanjian Lama memakai banyak kata untuk menggambarkan Pribadi yang ilahi itu. Namun dalam tulisan ini dibatasi pada pembahasan kata “Allah” dan “TUHAN”. Sebelum lebih jauh meninjau kata tersebut dalam Perjanjian Lama, terlebih dulu ada baiknya jika meninjaunya secara umum. Louis Berkhof dalam bukunya yang berjudul Teologi Sistematika menyatakan: &#8220;Dalam pengertian yang paling umum dari kata itu, nama Allah adalah WahyuNya sendiri. Nama itu adalah penunjukkan atas diri Allah, bukan sebagaimana Ia ada dalam kedalaman Jatidiri IlahiNya, tetapi sebagaimana Ia menyatakan diriNya terutama dalam hubunganNya dengan manusia. Bagi kita satu nama umum dari Allah terpisah dan menjadi banyak nama, yang mengekspresikan berbagai sisi dari Jatidiri Allah. Hanya oleh karena Allah telah mengungkapkan diriNya sendiri dalam namaNya (nomen editum) maka kita dapat menyebut Dia dengan nama dari berbagai bentuk (nomina indita). Nama-nama Allah bukanlah merupakan penemuan manusia, tetapi asli dari Allah, walaupun nama-nama itu dipinjam dari bahasa manusia, dan diturunkan dari hubungan-hubungan manusiawi. Nama-nama itu antropomorfis dan menandai tindakan Allah yang merendahkan diri untuk menemui manusia.&#8221;</p>
<p>Allah adalah Pribadi, oleh karena itu Dia memberikan nama kepada diriNya sendiri supaya Dia dapat dikenal dan dimengerti. Jikalau ditinjau secara lebih teliti dalam Alkitab, sejak Penciptaan, sudah didapati kata “Allah” tertulis di sana. Dan ketika Musa dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir, Allah memperkenalkan diriNya kepada Musa dengan sebutan “AKU ADALAH AKU” (Keluaran 3:13-14, 13 “Lalu Musa berkata kepada Allah: &#8220;Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? apakah yang harus kujawab kepada mereka?&#8221;  14 Firman Allah kepada Musa: &#8220;AKU ADALAH AKU.&#8221; Lagi firman-Nya: &#8220;Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.&#8221;”); memiliki arti exist, be in existence (i.e. orig. have come into existence) = telah ada, ada dalam kehidupan, telah masuk dalam kehidupan. Willam Dyrness mengutip pendapat dari Eichrodt yang menyatakan, “Dengan memberitakan namaNya itu “Allah sendiri keluar dari tempatNya yang rahasia dan membuka diriNya dalam persekutuan.”</p>
<p>Kata “Allah” adalah untuk menunjukkan keberadaan diriNya yang transenden (tak terlampaui, Mahaagung, Mahakuasa), sedangkan kata “TUHAN” untuk menunjukkan keberadaan diriNya yang imanen (suatu hubungan yang dekat dengan manusia, turut merasakan keberadaan manusia). Dyrness menyatakan juga bahwa ketika Allah memberikan nama pada diriNya sebenarnya Allah hendak menekankan tiga hal. Pertama, menitikberatkan kehadiranNya, keagunganNya dan kasihNya kepada manusia; kedua, mencerminkan campur tangan dinamis Allah; dan ketiga, hubungan antara Allah dengan umatNya.  Louis Berkhof mengutip pendapat Dr. Bavinck yang mendasarkan pembagian dari nama-nama Allah dalam konsep yang luas tentang nama-nama itu, dan membedakan antara ‘nomina propria’ (nama diri), ‘nomina essentialia’ (nama-nama esensial atau sifat) dan ‘nomina personalia’ (nama-nama pribadi seperti Bapa, Anak dan Roh Kudus).</p>
<p>Setelah mengerti mengapa Allah memberi nama pada diriNya, maka sekarang mari mencermati nama-nama Allah dalam Perjanjian Lama:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>El, Elohim dan Elyon</strong> (sering didapati dalam nama gabungan). Nama yang paling sederhana yang dengannya Allah disebut dalam Perjanjian Lama adalah nama ‘El’, yang sangat mungkin berasal dari kata <em>ul</em>, yang berarti menjadi yang pertama, menjadi tuan, dan juga berarti kuat dan berkuasa.  Arti dasarnya adalah seorang pemimpin besar atau seorang gubernur dan menenkankan jarak antara Allah dengan manusia, seperti juga kuasaNya atas alam. <em>El</em> sering dirangkaikan dengan nama lain: <strong><em>El Shaddai</em></strong>, menekankan sifat Allah yang Agung dan Mahakuasa (Kejadian 17:1, “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: &#8220;Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” – dan 40 kali dalam Kitab Ayub).  Nama <em>Shaddai</em> diturunkan dari kata ‘shadad’ yang artinya penuh kuasa, dan menunjuk kepada Allah sebagai pemilik kuasa di surga dan di bumi. Akan tetapi ada juga orang lain yang berpendapat bahwa nama ini berasal dari kata shad yang artinya tuan.  <strong><em>El Alion</em></strong>, Allah Mahatinggi (Kejadian 14: 18-19, 18 “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.  19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: &#8220;Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,”), kadangkala Alion, “Yang Mahatinggi” muncul sendirian seperti dalam Mazmur 50:14, “Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!”; <strong><em>El Olam</em></strong>, Allah yang tiada berkesudahan harinya, Allah yang Kekal; nama ini merupakan petunjuk paling awal tentang kekekalan Allah (Kejadian 21:33, “Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.”; Yesaya 40:28, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.”). <strong><em>El Roeh</em></strong>, Allah yang melihat (Kejadian 16:13, “Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: &#8220;Engkaulah El-Roi.&#8221; Sebab katanya: &#8220;Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?&#8221;; dan tentu saja <em><strong>Elohim</strong></em> yang sudah umum dikenal (Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” – dan lain-lain.).  Nama ‘Elohim’ (bentuk tunggalnya adalah ‘Eloah’) mungkin berasal dari akar kata yang sama, atau berasal dari kata <em>alah</em> yang berarti ‘dilingkupi ketakutan’; dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang kuat dan berkuasa, atau merupakan obyek dari rasa takut.  <em>Elohim</em>, yang berbentuk dalam bahasa Ibrani, barangkali harus dimengerti sebagai bentuk jamak yang abstrak berhubungan dengan intensitas atau kedaulatan tertinggi. Dyrness mengutip pendapat Eichrodt yang menyatakan, “Namun ini bukan hasil perpaduan aneka dewa, melainkan lebih tepat berarti “perpaduan seluruh kuasa ilahi dalam kesatuan pribadi.”  Nama ‘Elyon’ diturunkan dari kata <em>alah</em> juga, yang berarti ‘ke atas’, ‘ditinggikan’, dan menunjuk Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan (Kejadian 14:19-20, 19 “Lalu ia memberkati Abram, katanya: &#8220;Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,  20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.&#8221; Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.”; Bilangan 24:16, “Tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.”; Yesaya 14:14, “Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!”).</p>
<p><strong>2.	Adonai/Adonay</strong>. Nama ini sangat erat hubungannya dengan nama El,  Elohim, atau Elyon. Kata Adonai mungkin diturunkan dari <em>dun</em> (<em>din</em>), atau <em>adan adan</em> yang keduanya berarti menghakimi, memerintah, dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Penguasa yang kuat, kepada siapa semuanya harus berhadapan, dan kepadanya manusia adalah hamba. Pada jaman dulu Adonai adalah nama yang biasa dipakai bangsa Israel untuk menyebut Allah.  Tetapi kemudian diganti dengan nama Yehova atau Yahweh. Semua nama yang disebut itu menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan, Allah yang transenden.</p>
<p><strong>3.	Yahweh</strong>. Nama ini dianggap sebagai nama yang paling sakral dan paling diagungkan di antara nama-nama yang lain, sebagai Allah yang tidak mungkin berubah.  Sesudah jaman Musa (Keluaran 6:3, “Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.”), nama ini membedakan ibadah bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain. Inilah nama khusus untuk hubungan perjanjian dan dengan demikian berbicara mengenai kehadiran dan perhatian Allah terhadap umatNya (Ulangan 3:24, “Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau?” – dan lain-lain.). Impilkasi hubungan yang dekat ini, suatu hari akan terlihat sepenuhnya pada saat Allah hadir langsung (Yehezkiel 37:26-28, 26 “Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.  27 Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.  28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.&#8221;”).  Nama ini sangat sakral sehingga karena rasa takut itu maka dalam membaca Kitab Suci orang Yahudi menggantinya dengan ‘Adonai’ atau ‘Elohim’.</p>
<p>Nama El, Elohim, Elyon menunjuk kepada kata “<strong>Allah</strong>”, sedangkan nama Yahweh menunjuk kepada kata “<strong>TUHAN</strong>” dan nama Adonai menunjuk kepada kata “<strong>Tuhan</strong>” dalam Alkitab.</p>
<p><strong>Nama/Kata “Allah” dan “TUHAN” dalam Perjanjian Baru</strong></p>
<p>Dalam Perjanjian Baru pemakaian kata “Allah” dan “TUHAN” diambil dari kata aslinya dari bahasa Yunani, dan kedua kata ini memiliki keterkaitan dan hubungan dengan Perjanjian Lama. Adapun di dalam Perjanjian Baru penggunaan kata tersebut terbagi dalam 3 kata, yaitu:</p>
<p><strong>1.	Theos</strong>. Nama Allah dalam Perjanjian Baru mempunyai bentuk yang setara dengan nama Allah dalam Perjanjian Lama. Bagi nama El. Elohim dan Elyon, nama dalam bahasa Yunaninya adalah <em>Theos</em>, yang merupakan nama yang paling umum dari Allah. Seperti juga nama ‘Elohim’, nama ini juga mungkin saja merupakan penyesuaian dari nama ilah dari bangsa kafir, walaupun sesungguhnya secara tegas nama itu menyatakan keilahian yang esensial.</p>
<p><strong>2.	Kurios</strong>. Nama Yahweh dieksplisitkan beberapa kali oleh variasi-variasi dari bentuk deskriptif seperti “Alfa dan Omega”, “yang dulu ada, yang sekarang ada dan yang akan datang tetap ada”, “yang awal dan yang akhir”, “yang pertama dan yang terakhir” (Wahyu 1:4, “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,”; ayat 8, “&#8221;Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.&#8221;”; ayat 17, “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: &#8220;Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,”; Wahyu 2:8, “&#8221;Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali”; Wahyu 21:6, “Firman-Nya lagi kepadaku: &#8220;Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.” Wahyu 22:13, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.&#8221;”). Akan tetapi selebihnya Perjanjian Baru mengikuti Septuaginta (LXX) yang menggantikan <em>Adonay</em> dengan kata ini dan menyetarakannya dengan <em>Kurios</em>, yang diturunkan dari kata <em>kuros</em> yang berarti berkuasa. Nama ini tidak mempunyai konotasi yang tepat sama dengan Yahweh, tetapi menunjuk Allah sebagai yang Mahakuasa, Tuhan, Pemilik, Penguasa yang memiliki kekuasaan resmi dan juga otoritas. Kata ini tidak hanya dipakai untuk menunjuk Allah, tetapi juga menunjuk Kristus.</p>
<p><strong>3.	Pater</strong>. Sering dikatakan bahwa Perjanjian Baru menyebut Allah dengan sebutan baru, yaitu <em>Pater</em> (Bapa). Hal ini hampir tidak benar. Nama ‘Bapa’ dipakai untuk menunjuk Keilahian bahkan juga oleh bangsa kafir dalam agama mereka. Kata itu dipakai berulang-ulang dalam Perjanjian Lama untuk menunjuk hubungan antara Allah dengan Israel. Kata ini memiliki ketegasan dalam hubungan secara pribadi.</p>
<p>Dalam Perjanjian Baru penggunaan kata “Theos” menunjuk kepada kata “Allah”, sedangkan kata “Kurios” menunjuk kepada kata “TUHAN”. Kata “Allah” menunjuk kepada transedensiNya, sedangkan kata “TUHAN” menunjuk kepada imanensiNya.</p>
<p style="text-align:left;">Biarlah melalui bahasan ini setiap kita dapat mengerti dan memahami kedalaman arti dari masing-masing kata tersebut. Kiranya jemaat Tuhan dapat mengkaji lebih lanjut tentang hal ini sehingga semakin diperlengkapi dalam pemahaman yang benar sesuai dengan firman Tuhan (Alkitab) dan semakin teguh berdiri dalam kebenaran firman Tuhan.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik&#8221;<br />
1 Tesalonika 5:21</strong>
</p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;">Disusun oleh: Ev. Timotius Sinaga<br />
23 Maret 2005
</p>
<p style="text-align:left;">Referensi yang digunakan:</p>
<p style="text-align:left;">1. Louis Berkhof, <em>Teologi Sistematika Vol. 1 &#8211; Doktrin Allah</em> (Jakarta: LRII, 1993)<br />
2. Willam Dyrness, <em>Tema-tema dalam Teologi Perjanjian Lama</em> (Malang: Gandum Mas, 2001)
</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;"><strong> </strong></p>
<p><strong></p>
<p></strong></p>
<br />Posted in Artikel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=73&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/17/73/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waktu Tuhan Itu Indah</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/17/waktu-tuhan-itu-indah/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/17/waktu-tuhan-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 07:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Waktu Tuhan Itu Indah Hidup adalah keadaan di mana setiap orang harus menjalaninya di dalam berbagai kondisi dan situasi, yang mana semua kejadian yang terjadi mengajar setiap pribadi untuk semakin dewasa dalam menghadapinya. Berbagai rasa dan asa dalam suka maupun duka akan terasa indah bila dijalani dengan kesadaran dan usaha yang mantap untuk memenangkan setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=68&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Waktu Tuhan Itu Indah</strong></p>
<p>Hidup adalah keadaan di mana setiap orang harus menjalaninya di dalam berbagai kondisi dan situasi, yang mana semua kejadian yang terjadi mengajar setiap pribadi untuk semakin dewasa dalam menghadapinya. Berbagai rasa dan asa dalam suka maupun duka akan terasa indah bila dijalani dengan kesadaran dan usaha yang mantap untuk memenangkan setiap perkara yang terjadi.</p>
<p>Ini merupakan kisah nyata dari kehidupan di dunia ini. Adalah seorang anak kelas 4 SD dijanjikan oleh papanya sesuatu yang sangat diinginkannya. Dia menantikan waktu yang telah ditetapkan oleh papanya untuk memberikan hadiah itu kepadanya. Ketika tiba waktu yang ditentukan anak ini mencari papanya untuk mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh papanya tersebut. Namun kenyataan yang ada dia tidak dapat apa yang dia impikan. Papanya hari itu pergi ke rumah temannya yang tidak jauh jaraknya dari rumah. Anak ini nekad pergi mencari papanya dengan harapan papanya pulang dan memberikan hadiah itu kepadanya.</p>
<p>Sesampainya di sana dia langsung meminta papanya pulang dengan cara merengek-rengek di halaman rumah teman papanya. Papanya datang menemuinya dan mengatakan, “Jangan berbuat itu, papa sebentar lagi pulang dan memberikan apa yang papa janjikan kepadamu. Sekarang kamu pulang lebih dulu dan tunggu papa di rumah.” Namun anak ini bukannya mendengar apa yang dikatakan papanya, malah dia semakin menambah tindakan yang membuat papanya menahan malu terhadap temannya. Akhirnya papanya berpamitan kepada temannya dan membawa anaknya pulang bersama dengannya. Anak ini senang karena pikirnya sesampainya di rumah dia akan mendapatkan hadiah yang dijanjikan papanya kepadanya. Namun apa yang terjadi, papanya bukan memberikan hadiah itu kepadanya melainkan papanya mengganjar dia dengan memberikan libasan dari beberapa batang lidi di punggungnya yang meninggalkan bekas luka di punggungnya.</p>
<p>Kejadian itu sangat menyakitkan baginya tetapi hal itu terlebih lagi sangat menyakitkan bagi papanya yang telah melibasnya. Beberapa hari setelah kejadian itu papanya minta maaf kepadanya dan memberikan hadiah yang kepadanya, anak ini menerima hadiah itu namun dia berpura-pura memaafkan papanya. Di dalam hatinya terdapat dendam yang membara untuk membalaskannya kepada papanya.</p>
<p>Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun dia menyimpan dendam kepada papanya. Dia melalukan tindakan yang berlawanan dengan apa yang telah diajarkan papanya. Dia berani bicara kotor, bergaul dengan pergaulan yang tidak baik, membaca bacaan yang tidak layak untuk dibaca, melihat film-film yang seharusnya tidak dia lihat. Di dalam rumah dia seperti anak yang baik, tetapi di luar rumah dia hidup tidak senonoh. Hal itu dilakukannya sebagai pelarian dari masalahnya dengan papanya. Anak ini berniat membunuh papanya dengan cara yang kejam kelak ketika dia duduk di bangku SMA.</p>
<p>Waktu yang ditunggunya tiba. Saat lulus SMP dia senang karena cita-citanya untuk membunuh papanya akan segera tercapai. Ketika dia duduk di bangku SMA niatnya semakin bulat, tinggal tunggu waktu yang tepat. Beberapa bulan setelah dia cari cara dan waktu yang tepat untuk menumpahkan dendam dan kemarahannya, di saat itu sekolahnya mengadakan Retreat dan diharuskan semua siswa untuk ikut. Dia memberikan selebaran itu kepada papanya, dan disetujui oleh papanya. Papanya memberikan uang pendaftaran dan uang untuk keperluan yang lain semasa Retreat berlangsung.</p>
<p>Retreat tersebut diadakan 3 hari 2 malam. Dalam setiap session Hamba Tuhan memberikan khotbah tentang relasi antara Tuhan, orang tua dan anak. Session demi session Hamba Tuhan berkhotbah, namun bagi anak ini semua itu cuma omong kosong yang tak sesuai dengan kenyataan. Tetapi pada saat session terakhir dan hari itu adalah hari terakhir Retreat, Hamba Tuhan memberikan Altar Call. Pada saat altar call Hamba Tuhan mengajak semuanya untuk menyanyikan lagu, “Dia jamah seg’nap hidupku.. dan b’ri damai di hatiku… semua t’lah berubah dan aku tahu… Yesus jamah kujadi baru…” semua menyanyi lagu tersebut. Anak ini tidak menyanyi, dia hanya diam. Lalu Hamba Tuhan mengatakan, “Coba kita mengingat kebaikan orang tua kita sebagai wakil Allah bagi kita… ingatlah kebaikannya dan bukan kesalahan orang tua kita… Berkali-kali perkataan itu diucapkan. Anak ini mencoba untuk mengalihkan semua itu. Tetapi pada satu titik, tiba-tiba dia mengingat semua peristiwa yang terjadi di masa-masa dia masih kecil… dia mengingat kebaikan orang tuanya…, namun dia mencoba untuk tidak mengingatnya. Tetapi kenangan itu terus mengalir di pikirannya… Pada saat Hamba Tuhan mengatakan, “Siapa yang memiliki luka, kesakitan, akar pahit, dan dendam kepada orang tuanya, keluarganya, angkat tanganmu dan majulah ke depan…” Anak itu berusaha untuk menolak… tetapi getaran dari dalam hati yang menuduh dia adalah orangnya membuat dia tak tahan, kemudian dia mengangkat tangan dan maju ke depan. Lagu tadi masih tetap dinyanyikan… Anak ini terus mengingat kebaikan dan kenangan indah bersama dengan orang tuanya terutama dengan papanya, yang selama ini dia benci dan menaruh dendam kepada papanya. Ketika dia mengingat semua itu, dia menangis dengan sangat… dia tidak memikirkan apa yang dipikirkan teman-temannya terhadapnya… yang dia tahu di dalam hatinya ada jeritan pengakuan, “Akulah orangnya…”</p>
<p>Hamba Tuhan kemudian berdoa bagi setiap orang yang maju dekat mimbar dan meminta Tuhan untuk memberikan pengampunan dan komitmen kepada setiap orang. Setelah itu Hamba Tuhan meminta beberapa rekannya untuk memfollow up setiap orang yang maju ke depan tadi. Salah satu dari sekian banyak orang tadi adalah anak yang memiliki dendam kepada papanya. Hamba Tuhan mencari anak itu dan menanyakan apa yang sebenarnya anak itu alami. Mengapa menangis histeris seperti itu? Anak itu menjawab bahwa dia dendam kepada papanya dan berniat membunuh papanya pada saat duduk di bangku SMA. Hamba Tuhan itu mengatakan kepada anak itu, “Tuhan itu baik, Dia tidak ingin kamu melakukan hal yang demikian kepada orang tuanmu…, apakah kamu benar-benar sudah mengampuni papamu…?” Anak itu menjawab, “Ya”. Hamba Tuhan kemudian meminta anak itu untuk mengakui semuanya kepada papanya dan meminta ampun kepada papanya. Anak itu tidak berani untuk melakukannya. Tetapi Hamba Tuhan itu memberikan kekuatan agar anak itu mau melakukannya.</p>
<p>Sepulang dari Retreat, anak ini memiliki damai di hatinya. Tidak ada lagi kebencian kepada papanya. Tetapi dia memiliki satu ketakutan kalau-kalau papanya marah apabila dia mengakui semua kebencian yang dia simpan selama bertahun-tahun. Ketika tiba waktu yang tepat, anak ini datang kepada papanya untuk mengatakan semua yang terjadi. Papanya yang mendengar semuanya itu memeluknya dan berkata, “Papa tidak tahu kalau kejadian waktu yang lalu menjadi suatu kesakitan di dalam hatimu nak, ampuni papa… dan papa pun sudah mengampunimu…” Anak itu dan papanya berpelukan sambil menangis.</p>
<p>From: &#8220;M&#8221;</p>
<br />Posted in Kesaksian Tagged: Kesaksian <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=68&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/17/waktu-tuhan-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Real Star</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/13/the-real-star/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/13/the-real-star/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 06:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sermon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Nats: Yoh. 14:6, “Kata Yesus kepadanya: &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”” Tema: The Real Star Pendahuluan: • Siapa yang menjadi bintang idola di dalam hidup kita? • Apa yang membuat kita mengagumi idola kita tersebut? • Mengidolakan seseorang secara langsung maupun tidak langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=63&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nats: Yoh. 14:6, “Kata Yesus kepadanya: &#8220;Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.””</strong></p>
<p><strong>Tema: The Real Star</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan:</strong></p>
<p><strong></strong>•	Siapa yang menjadi bintang idola di dalam hidup kita?<br />
•	Apa yang membuat kita mengagumi idola kita tersebut?<br />
•	Mengidolakan seseorang secara langsung maupun tidak langsung mengikuti style (gaya) idola kita tersebut.<br />
•	Pernahkah kita mengidolakan Tuhan Yesus Kristus sebagai The Real Star (bintang idola yang sesungguhnya (agung)) di dalam hidup kita?</p>
<p>Alasan-alasan mengapa kita harus menjadikan Tuhan Yesus sebagai The Real Star di dalam hidup kita:</p>
<p><strong>Alasan 1:</strong> <strong>Dia memberikan kepastian di dalam hidup masa kini maupun masa depan</strong></p>
<p>•	Perkataan-Nya bukan sebagai omong kosong belaka tetapi sebagai fakta yang aplikatif<br />
•	Sedangkan bintang idola yang lain perkataan dan perbuatan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada<br />
•	Mengapa? Karena Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Hal ini merupakan dasar bagi suatu kepuasan filosofi dari kehidupan. Hal ini sifatnya sangat pribadi. Dia bukan hanya menyatakan diri-Nya sebagai Jalan, Kebenaran dan Kehidupan, tetapi Dia benar-benar menyatakan diri-Nya sebagai jawaban terhadap permasalahan manusia, dan kedua, Dia adalah Tuan dan Tuhan atas kehidupan manusia.<br />
•	Maksudnya apa? 1) Dia adalah Jalan karena Dia sebagai jawaban dan pemberi jalan dalam segala permasalahan manusia (materi/   spiritual/ psikologis). Dia hubungan dan pengetahuan yang sangat intim dengan Allah Bapa yang tidak dapat ternodai oleh dosa. 2) Dia adalah Kebenaran karena dia memiliki kuasa yang sempurna untuk menjadikan kehidupan seseorang memiliki pengalaman yang indah tanpa melihat untung dan ruginya.  3) Dia adalah Hidup karena Dia tidak menjadi subjek dari kematian tetapi menjadikan kematian sebagai subjek dari diri-Nya. Kematian bukan merupakan akhir dari kehidupan-Nya melainkan kematian adalah untuk menunjukkan kuasa dan kelanjutan dari kehidupan-Nya. Sehingga oleh karena kriteria tersebut Dia berani menyatakan diri-Nya sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup karena memang hanya melalui diri-Nya orang dapat memperoleh semua itu sebagai kunci untuk datang kepada Allah.<br />
•	Bintang idola dunia tidak dapat melakukan hal yang seperti demikian.</p>
<p><strong>Alasan 2: Dia rela berkorban bagi manusia</strong></p>
<p>•	Tidak ada idola di dalam dunia ini berani berkorban bagi para fans-nya dengan cara  cuma-cuma.<br />
•	Tuhan Yesus rela berkorban bagi manusia secara khusus bagi mereka yang percaya kepada-Nya.<br />
•	Mengapa? Karena pengorban-Nya itu sempurna dan tuntas. Tidak sia-sia. Dan tidak perlu dibayar (cuma-cuma/gratis tapi tidak murahan) (Free but not cheap: deitrich bon hoeffer). Dia memberikannya dengan kasih yang tulus dan sempurna.<br />
•	Demi pengorban-Nya kepada manusia Dia rela menanggung berbagai kehinaan: 1) menjadi manusia; 2) lahir di kandang domba; 3) menjadi orang miskin; 4) diperlakukan seperti seorang penjahat; 5) disalibkan (Yahudi: kehinaan – Yunani: kebodohan); dan 6) mati dan dikuburkan. Tapi Dia rela mengalami semuanya itu untuk manusia.<br />
•	tidak ada bintang idola di dunia ini yang bisa menyamai Dia.</p>
<p><strong>Alasan 3: Dia memberikan jaminan keselamatan</strong></p>
<p><strong></strong>•	Dia bukan idola yang NATO (No Action Talk Only) tapi Dia adalah The Real Star yang To Do More Talk Less.<br />
•	Dia memberikan akhir yang penuh pengharapan kekal kepada mereka yang percaya kepada-Nya, yaitu jaminan kese-lamatan kekal, yaitu kenyataan yang pasti terjadi dan bukan omong doang.<br />
•	Apakah itu tinggal bersama dengan Bapa di sorga.<br />
•	Mengapa? Karena Dia telah berjanji dan Dia menggenapinya.<br />
•	Pengorbanan-Nya dalam menanggung ke-hinaan digantikan dengan kemuliaan yang penuh dengan sukacita besar.<br />
•	Apologetika Yesus yang sejati dan Yesus yang “gila”<br />
•	Mengapa Dia bisa memberikan itu kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya? Karena Dialah satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup yang dapat membawa kita kepada Bapa. *<br />
•	Siapakah bintang idola atau The Real Star dalam hidup kita saat ini? Pilihannya dan jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing? Amin.</p>
<p>* Ilustrasi: Seorang akrobatik yang berjalan di atas tali melintasi jurang yang dalam.</p>
<br />Posted in Sermon  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=63&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/13/the-real-star/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Ishak&#8230;</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/12/47/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/12/47/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 06:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sermon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Ishak dan Ribka Pendahuluan Kehidupan pernikahan bukan hanya melibatkan satu orang saja melainkan melibatkan banyak orang, terlebih khusus dua orang pribadi yang akan dipersatukan, yaitu mempelai laki-laki dan mempelai perempuan. Kehidupan pernikahan bukan hanya sementara saja sifatnya melainkan sampai akhir hayat, dan di dalam semuanya itu banyak hal yang perlu diperhatikan sehingga kehidupan pernikahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=47&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Keluarga Ishak dan Ribka</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p><strong></strong> Kehidupan pernikahan bukan hanya melibatkan satu orang saja melainkan melibatkan banyak orang, terlebih khusus dua orang pribadi yang akan dipersatukan, yaitu mempelai laki-laki dan mempelai perempuan.  Kehidupan pernikahan bukan hanya sementara saja sifatnya melainkan sampai akhir hayat, dan di dalam semuanya itu banyak hal yang perlu diperhatikan sehingga kehidupan pernikahan itu dapat menjadi indah dan bahagia.<br />
Alkitab memberikan banyak nasihat dan kesaksian tentang bagaimana caranya membina kehidupan pernikahan/keluarga yang baik. Kehidupan sebuah keluarga tidak lepas dari banyak masalah dan pergumulan, namun di balik semuanya itu harus ada pemecahan atau solusi yang tepat dan progresif sehingga tidak menimbulkan keretakan dan perpecahan dalam keluarga. Dalam hal ini kehidupan keluarga Ishak dan Ribka patut menjadi pelajaran dalam kehidupan setiap keluarga-keluarga Kristen.</p>
<p><strong>Latar Belakang Kehidupan Ishak</strong></p>
<p>Ishak dalam kehidupannya mempunyai latar belakang yang baik dan buruk. Mengapa dapat dikatakan demikian, karena Abraham mempunyai gundik, yaitu Hagar, yang kemudian melahirkan Ismael. Sedangkan yang baik dari latar belakang Ishak, dia adalah anak dari Isteri Abraham yang sah (yang pertama, yaitu Sara), dan sebagai anak yang dijanjikan Allah kepada Abraham.<br />
Ishak tumbuh dalam asah, asih dan asuh yang baik dari Abraham dan Sara. Hal ini jelas nyata karena Tuhan mau hanya Ishaklah sang ahli waris tunggal dari apa yang dimiliki Abraham. Sara juga sangat mengasihi Ishak anaknya itu dan menghendaki Abraham juga melakukan hal yang sama (Kej. 21:10). Ishak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari Abraham dan Sara. Dalam kehidupan Ishak di masa dewasanya, Abraham mencarikan baginya calon isteri yang tepat, yaitu tidak mengambil calon isteri bagi Ishak dari orang kafir melainkandari sanak saudaranya, yaitu Ribka. Ishak sangat mencintai Ribka dan mengambilnya menjadi isterinya.</p>
<p><strong>Penetrasi Dosa dan Restorasi</strong></p>
<p><strong></strong> Kehidupan sebuah rumah tangga dalam membina dan membangun kehidupan yang baik dan bahagia harus terlebih dulu menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan yang berat. Kesempurnaan dalam kehidupan keluarga tidak dapat tercipta hanya dalam angan-angan yang terpikirkan sebelumnya. Kesempurnaan ini bukan bersifat utopia melainkan harus dapat diciptakan dengan suatu penerimaan yang baik, kerja keras dan kerjasama dalam kesadaran yang sungguh dan murni dari masing-masing individu dalam kesatuan keluarga. Tetapi jika ada ketimpangan di dalam keluarga maka dosa dapat masuk dan mencemari kehidupan keluarga tersebut.<br />
Dalam kehidupan keluarga Ishak dan Ribka ada beberapa ketimpangan yang menjadikan keluarga itu sempat mengalami ketidakharmonisan. Hal-hal yang dapat menyebabkan ketidakharmonisan itu antara lain, yaitu:</p>
<p><strong>A.	Infertil (Kemandulan)</strong></p>
<p>Hal ini seringkali menjadi pemicu timbulnya masalah dalam keluarga, tetapi Ishak mampu menghadapinya dengan cara berdoa untuk Ribka isterinya, dan doanya didengar oleh Tuhan sehingga Ribka mengandung dan mempunyai anak laki-laki kembar.</p>
<p><strong>B.	Ketidaksetiaan</strong></p>
<p>Ishak mengalami hal yang sama seperti apa yang dialami oleh Abraham bapanya, dia mengalami ketakutan berkenaan halnya dengan Ribka isterinya. Dia berdusta dengan tidak mengakui Ribka sebagai isterinya karena takut dibunuh (Kej. 26:1-8). Kasus yang dialami oleh Ishak ini memang tidak secara serta-merta dialami oleh setiap keluarga di masa sekarang, namun inti dari cerita ini seringkali dilakukan oleh kehidupan keluarga. Baik suami maupun isteri seringkali tidak mau mengakui  keberadaan satu sama lain di depan orang banyak, karena adanya ketakutan mendapatkan penghinaan, ejekan ataupun yang lainnya. Kelihatannya hal ini sepele tetapi justru di sinilah awal dari keretakan keluarga. Di mana ada kebohongan, dusta, dan ketidaksetiaan maka dosa perselingkuhan dan perzinahan sudah siap menggerogoti dan mencemari kehidupan kesatuan keluarga. Bukan hanya itu saja di dalam kasus Ishak ini ada suatu egoisme terpendam dalam diri Ishak demi keselamatan dirinya, yaitu agar dia tidak dibunuh oleh orang Filistin. Seharusnya Ishak sebagai kepala keluarga harus memiliki sikap berani dalam membela keluarganya apapun yang nanti akan terjadi, tetapi justru sebaliknya Ishak mencari selamat untuk dirinya sendiri. Namun dalam hal ini Ishak disadarkan oleh Tuhan melalui raja orang Filistin, Abimelekh, supaya Ishak tidak melalukan hal demikian lagi yang dapat menyebabkan orang lain jatuh dalam dosa karena kebohongan yang dilakukan oleh Ishak.</p>
<p><strong>C.	Kesenjangan dalam memberi kasih sayang </strong></p>
<p>Dalam kehidupan keluarga Ishak dan Ribka ada kesenjangan dalam memberikan kasih sayang di dalam keluarga, secara khusus di dalam kehidupan anak-anak mereka, yaitu Esau dan Yakub. Ishak lebih menyayangi Esau, sedangkan Ribka lebih mengasihi Yakub (Kej. 25:28). Akibat dari kesenjangan kasih sayang ini menyebabkan ketidakmerataan kasih dalam keluarga yang berakibat permusuhan di dalam keluarga (Kej. 27:41-42). Keluarga akan menjadi indah dan bahagia apabila ada pemerataan dalam memberikan kasih sayang. Baik orang tua maupun anak harus memberikan kasih yang sama dan seimbang di dalam kehidupan keluarga sehingga tidak terjadi kesejangan dalam keluarga. Kasih yang dinyatakan juga harus dilakukan dengan hati nurani yang tulus dan murni dan bukan dengan kemunafikan, sehingga di dalam semuanya itu akan menciptakan kehidupan keluarga yang saling mengasihi antara anggota keluarga.</p>
<p><strong>D.	Pendidikan dan bimbingan yang kurang dalam keluarga</strong></p>
<p>Amsal 22:6 menuliskan, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Ishak dan Ribka kurang mendidik anak-anaknya dalam pengajaran yang benar, sehingga pada akhirnya Esau anaknya yang pertama mengambil isteri dari bangsa kafir, dan hal itu menimbulkan kepedihan bagi Ishak dan Ribka, karena mereka tidak suka kepada isteri-isteri dari Esau. Orang tua harus mendidik dan membimbing anak-anak dalam pengajaran yang benar sehingga kelak anak-anak tahu memilih jalan yang benar dan menjauhi jalan yang salah. Apabila orang tua bisa melakukan hal ini bagi anak-anak, maka orang tua tidak akan menyesal di kemudian hari, karena anak-anak melangkah di jalan yang benar.</p>
<p><strong>Kesimpulan dan Aplikasi</strong><br />
Kehidupan Ishak dan Ribka menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan dalam membangun dan membina rumah tangga (keluarga) mereka. Keluarga-keluarga Kristen saat ini pun tidak lepas dari masalah-masalah dan pergumulan. Namun biarlah melalui apa yang terjadi di dalam kehidupan keluarga Ishak dan Ribka boleh menjadi pelajaran dan teladan bagi keluarga-keluarga masa kini untuk membangun yang baik dan merestorasi setiap kegagalan.</p>
<br />Posted in Sermon  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=47&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/12/47/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pondok Gembira</title>
		<link>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/09/pondok-gembira/</link>
		<comments>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/09/pondok-gembira/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 17:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andrewchristian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Dokumentasi Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrewchristian.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Posted in Foto Dokumentasi Pelayanan Tagged: Pelayanan Anak<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=106&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_105" class="wp-caption alignnone" style="width: 624px"><img class="size-full wp-image-105 " title="pondok-gembira" src="http://andrewchristian.files.wordpress.com/2009/03/pondok-gembira-1.jpg" alt="pondok-gembira" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">pondok-gembira</p></div>
<br />Posted in Foto Dokumentasi Pelayanan Tagged: Pelayanan Anak <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrewchristian.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrewchristian.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrewchristian.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrewchristian.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrewchristian.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrewchristian.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrewchristian.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrewchristian.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrewchristian.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrewchristian.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrewchristian.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrewchristian.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrewchristian.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrewchristian.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrewchristian.wordpress.com&amp;blog=6862425&amp;post=106&amp;subd=andrewchristian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrewchristian.wordpress.com/2009/03/09/pondok-gembira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/654837abe6eb36f6411b00604f6f2080?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andrewchristian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andrewchristian.files.wordpress.com/2009/03/pondok-gembira-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pondok-gembira</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
